Top
    bdk_medan@kemenag.go.id
BDK Medan Laksanakan Vidcon dengan Kaban

BDK Medan Laksanakan Vidcon dengan Kaban

Kamis, 12 April 2018
Kategori : Berita
237 kali dibaca

BDK Medan Laksanakan Vidcon dengan Kaban

Medan. BDK-Medan. Kamis, 12/04/18 Disela kesibukan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, Bapak Abdurahman Mas'ud menyempatkan untuk melakukan Video Conference (Vidcon) dengan Kepala Balai Pendidikan dan Keagamaan Medan, juga dihadiri oleh Sekretaris Badan Litbang dan Diklat , para pejabat eselon IV, Widyaiswara dan Pegawai Bdk Medan, serta para Peserta Diklat Manajemen Perkantoran Angkatan II, Fungsional Guru Muda Tk. Madrasah Ibtidaiyah Angkatan II, dan Fungsional Guru Muda Madrasah Tsanawiyah Angkatan II yang sedang Berlangsung di Kampus Balai Diklat Keagamaan Medan.

Abdurahman Mas'ud dalam materinya menyampaikan bahwa pada tingkat Manajemen Perkantoran harus mampu menguasai penggunaan alat-alat perkantoran yang up to date, dan tidak ketinggalan zaman, menguasai ilmu menajemen sendiri secara profesional yang dulu dikenal dengan POAC ( Planning, Organizing, Actuiting, Controling), selain itu sebagai manajer atau pegawai yang sehari hari bergelut dengan manajemen harus melaksanakan prinsip manajemen yang diberi istilah oleh Ka. Badan dengan D WORK yaitu, D = Drive (memberi semangat, memotivasi diri sendiri dan orang lain), W = wisdom ( Kebijaksanaan), O = opportunity( Memanfaatkan Kesempatan yang Baik), R=Responsibility (Tanggungjawab kepada Pekerjaannya sehingga tidak keluar jalur), K= King Of others ( Supervisi, Monitoring) dan para Pegawai dan guru harus dapat menjaga etika yang baik dan menggunakan media sosial dengan bijak.

Pada kesempatan ini disajikan profil guru Inspiratif dari Amerika yaitu Miss Thomson, Abdurrahman Mas'ud mengatakan bahwa hubungan guru dan peserta didik itu tidak terputus ketika siswa selesai pada jenjang pendidikan tertentu saja akan tetapi hubungan itu akan terjalin sampai akhir hayat. Selain tugas guru yang terdapat pada Undang-undang guru dan dosen Nomor 14 Tahun 2005, yang tak kalah pentingnya guru bertugas memotivasi dan menispirasi peserta didik, sehingga dapat merubah akhlak, pengetahuan dan keterampilan serta mengantarkan peserta didik pada kehidupan yang lebih baik, dengan cara membimbing peserta didik membaca dan membantu pada kegiatan mandiri.

Kemudian guru harus mampu menjadi motivator dan inpirator bagi peserta didik, dengan cara tidak menyakiti hati, ketika peserta didik berbuat salah, tidak berkata kasar dan menghardik, sehingga setiap guru menjadi orang yang mampu memotiovasi dirinya sendiri ( Self Motivation) dan Memotivasi orang lain.

Pada sesi tanya jawab kepala badan memberikan jawaban tentang dukungan orang tua kepada kebijakan sekolah, harus disepakati antara orang tua dan pihak sekolah tentang rule of the game ( aturan-aturan atau tata tertib di sekolah/madrasah) dengan cara membahas secara bersama tata tertib sekolah yang disepakati antara orang tua dan pihak sekolah/ madasah sehingga tidak ada program sekolah yang tidak didukung oleh orang tua asal disepakati dari awal misalnya ketika peneriman siswa baru, masa orientasi siswa dan momen lain.

Sebagai sarana memotivasi siswa undanglah secara berkala orang-orang tua, masyarakat yang berhasil sebagai pembicara untuk menginpirasi peserta didik, atau menceritakan pengalaman, seperti sukses story orang-orang sukses di negara kita maupu luar negeri. Serta budayakan kepada peserta didik budaya baca ( literasi) karena dengan membaca akan membuka jendela dunia, aktifkan perpustakaan. Demikian ringkasan kecil materi yang disampaikan oleh Kepala Badan Litbang dan diklat pada Acara Video Conference ini. (MR)


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP