Top
    bdk_medan@kemenag.go.id
Menag ; ASN Kementerian Agama Harus Menjadi Garda Terdepan Cegah Radikalisme

Menag ; ASN Kementerian Agama Harus Menjadi Garda Terdepan Cegah Radikalisme

Rabu, 11 Desember 2019
Kategori : Berita
190 kali dibaca

Menag ; ASN Kementerian Agama Harus Menjadi Garda Terdepan Cegah Radikalisme

Medan. BDK-Medan. ASN Kementerian Agama harus menjadi garda terdepan cegah radikalisme serta menjadi contoh teladan bagi masyarakat, yang memiliki jiwa nasionalisme dan wawasan kebangsaan  hal tersebut disampaikan oleh Menag Fachrul Razi di Aula Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Senin (09/12) dalam kegiatan pembinaan pegawai Pusdiklat yang mengusung tema Penanggulangan Radikalisme ASN Kementerian Agama.

Kegiatan tersebut juga diikuti secara teleconference oleh ASN Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan, Padang, Palembang, Bandung , Surabaya, Banjarmasin, dan BDK Makassar.

Menag juga mengatakan pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penanganan Radikalisme ASN dalam rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan pada ASN. SKB tersebut ditandatangani pada 12 November 2019 di Jakarta oleh sebelas Kementerian dan Lembaga Negara.

Selain Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama, SKB ini ditandatangani pimpinan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Intelijen Negara, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Badan Pembinaan Idiologi Pancasila, Badan Kepegawaian Negara, dan Komisi Aparatur Sipil Negara.

Tak hanya terkait soal radikalisme, dalam pembinaan kali ini Menag juga mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga dan mengawal terkait moderasi beragama.

"Moderasi beragama adalah tuntutan. Jika tidak bermoderasi, akan tertinggal dan potensi pencerahan menjadi lebih tinggi," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abd. Rahman Mas'ud melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan Diklat Moderasi Beragama dalam dua tahun terakhir. "Diklat moderasi beragama sudah dilakukan sejak tahun lalu. Alumninya sudah mencapai 440 orang," tutupnya


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP