Top
    bdk_medan@kemenag.go.id
Saidup Secara Resmi Membuka Diklat di Wilayah Kerja (DDWK)

Saidup Secara Resmi Membuka Diklat di Wilayah Kerja (DDWK)

Senin, 10 Februari 2020
Kategori : Berita
222 kali dibaca

Sidikalang. BDK Medan. 10/2/2020 Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Dairi Drs. H. Saidup Kudadiri, MM membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Teknis Substantif Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP) Guru Bahasa Madrasah di Wilayah kerja kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan. Acara pembukaan juga dihadiri oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha H. Mahdi Kudadiri, S.Pd.I, MM, Kasi Pendis H. Inur Sagala, S.Ag, beserta Widyaswara yang telah ditugaskan untuk mengelola pelaksanaan diklat. Pelaksanaan diklat dilaksanakan di gedung Aula Kantor Kemenag Dairi.

Supomo selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan sejak tanggal 10 sampai dengan tanggal 15 Februari 2020. Tujuan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan komptensi guru dalam membuat rencana pembelajaran bahasa di madrasah, dengan jumlah peserta sebanyak 30 peserta dari  guru bahasa madrasah tingkat MI, MTS dan MA.  Dalam penyampaiaannya diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana dan tercapai jumlah jam yang telah ditetapkan yaitu 60 jam.

Saidup dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Diklat keagamaan yang telah melaksanakan kegiatan Diklat di Kemenag Dairi. Beliau menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa ini merupakan suatu kehormatan dan kesempatan yang harus dimanfaatkan. Biasanya kegiatan diklat seperti ini dilaksanakan di medan dan hanya dapat kita kirim 1 atau 2 orang saja. "Tetapi ini dilaksanakan disini," terangnya.

Disamping itu Saidup juga menyampaikan materi tentang Pembangunan Bidang Agama. Beliau menyampaikan sebagaimana arahan Menteri Agama RI bahwa di dalam keagamaan di pendidikan harus dibenahi. Pendidikan Moderasi Beragama itu sangat Penting untuk dilaksanakan beserta Integrasi beragama. Hal tersebut harus di implementasikan mulai dari Perencanaan Pendidikan yang membentuk karakter beragama yang moderat. Sehingga kedepannya kehidupan beragama disamping sebagai fungsi, peran dan kedudukan agama sebagai landasan moral spritul dan etika juga sebagai benteng untuk saling menghargai dengan sesama maupun yang tidak sesama. Dan saling menjaga keberagaman, pungkasnya. (mfz/lm/sbk03)

 

 

 

 


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP