Top
    bdk_medan@kemenag.go.id
Tausyiah Bada Zuhur Terakhir di Bulan Ramadhan

Tausyiah Bada Zuhur Terakhir di Bulan Ramadhan

Kamis, 7 Juni 2018
Kategori : Berita
858 kali dibaca

Tausyiah Bada Zuhur Terakhir di Bulan Ramadhan

Medan-BDKMedan. Widyaiswara Madya Bdk Medan Drs. H. Mahmun Syarif, M.AP berkesempatan memberikan tausyiah ba'da Dzuhur di mesjid Ar-Rahman Kampus Balai Diklat (BDK) Medan Kamis 7 Juni 2018. Tausyiah tersebut merupakan rangkaian tausyiah terakhir pada ramadhan tahun ini dimana sepanjang Ramadhan ini Badan Kemakmuran Mesjid (BKM) Ar-Rahman BDK Medan telah rutin melaksanakan pengajian ba'da dzuhur disetiap hari Senin dan Kamis.

Pada awal tausyiah tersebut Mahmun menyampaikan Lailatul Qadar atau Al-Qadar adalah suatu malam yang penting pada bulan Ramadhan, yang digambarkan dalam Al Qur'an sebagai malam yang lebih utama dari pada seribu bulan. Keutamaan dimaksud adalah bahwa amal ibadah seperti shalat, tilawatil Alqur'an, zikir dan doa serta amal sosial (seperti shodaqoh dan zakat), yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibanding amal serupa selama seribu bulan atau 83 tahun.

Lebih lanjut beliau menyampaikan Lailatul Qadar disebut 'qadar' yang artinya keputusan atau takdir hal ini dikarenakan pada malam itu ditentukan segala urusan, hukum-hukum, ketentuan rezeki dan waktu kematian. Dan Allah Ta'ala menentukan kejadian-kejadian bagi setiap hamba, kaum, atau bangsa pada setiap masa dan tempat. Pada malam itu diputuskan semua ketentuan Allah terhadap mahluk-Nya dari tahun tersebut hingga tahun yang akan datang

Lailatul Qadar ibarat tamu yang di undang, ia akan datang kepada orang yang mengundangnya dan telah mempersiapkan segala sesuatunya, kebersihan fisik serta kejernihan hati dengan spirit yang tinggi. Kalau ada tamu agung yang datang kekampung kita, apakah dia akan singgah disetiap rumah? Tentu tidak, dia hanya singgah kepada orang yang telah mengundangnya dan telah mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka penyambutannya. "Nah mari kita undang dengan shalat malam, bertadarus, memperbanyak doa, zikir, sedekah maupun amal perbuatan baik lainnya, semoga undangan tersebut membuat kita mempunyai kesiapan lahir bathin untuk ditemui lailatul qadar" Amin. Ajaknya mengakhiri tausyiah tersebut. (Tts)


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP