Top
    bdk_medan@kemenag.go.id

Tausyiah Ketiga Ba'da Dzuhur Bulan Ramadhan di Mesjid Ar-Rahman

Senin, 28 Mei 2018
Kategori : Berita
697 kali dibaca

Tausyiah Ketiga Ba'da Dzuhur Bulan Ramadhan di Mesjid Ar-Rahman

Senin, 28/05/2018, Sudah menjadi budaya di Balai Diklat Keagamaan Medan, kegiatan sesuai sholat Zhuhur berjamaah pada bulan Ramadhan mengadakan tausyiah keagamaan, dan kali ini mengambil judul tentang 6 perkara yang bisa meleburkan kebaikan (ibadah). Tausyiah disampaikan oleh Bapak Idris Ritonga, M.Pd widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Medan dengan ringkasan isi tausyiah sebagai berikut:

Rasulullah saw Muhammad saw bersabda : "Enam perkara yang bisa melebur amal kebaikan : sibuk mencari keburukan / aib orang lain , keras hati , terlalucinta dunia , sedikit rasa malu , panjang lamunan / khayalan dan kedhaliman yang tidak pernah berhenti " ( Hadis Riwayat- Ad-Dailami dari Adi bin Hatim) Dalam hadis ini rosullullah Saw. Memperingatkan kepada kita sebagai umatnya agar kita jangan sampai terjerumus kepada yang enam , sebagai berikut :

  1. Sibuk mencari keburukan / aib orang lain.Rasullullah saw melarang kepada kita untuk mencari - cari keburukan orang lain , karena hal itu secara tidak langsung telah membuka sesuatu yang seharusnya ditutupi, kecuali kalau memang tujuannya untuk menegakkan keadilan. Hal ini dalam Alquran Qs 49 : 11 disebut juga dengan Tajasus.Rasulullah saw bersabda: " Barang siapa menutupi aib seorang muslim , maka Allah akan menutupi aibnya ada hari kiamat."Dalam hadis lain Rasulullah saw bersabda : " Betapa bahagianya orang yang tersibukkan mencari aib dan kekurangan dirinya jauh dari mencari aib dan kekurangan orang lain ."
  2. Keras Hati :yang dimaksud keras hati disini adalah apabila seseorang sudah tidak bisa menerima nasihat dari orang lain. bahkan menganggap remeh orang yang menasehatinya. Padahal Ali bin Abi Thalib berkata : " Lihatlah oleh mu perkataanya dan jangan kau lihat siapa yang mengatakannya.
  3. Terlalu Cinta Dunia artinya Cinta dunia boleh tapi jangan berlebihan , karena kita tahu bahwa dunia bukanlah segala-galanya. Islam tidak melarang orang untuk menjadi kaya, bahkan Islam menghendaki umatnya menjadi makmur. Dalam hadis Rasulullah saw mengatakan : " Beramallah engkau untuk duniamu seolah engkau akan hidup selamanya, dan beramallah engkau untuk akhiratmu seolah engkau akan mati besok ."
  4. Sedikit rasa malu : Rasullullah Saw. Merupakan satu sosok suri tauladan yang sangat besar rasa malunya . Dan malu disini bukan malu berbuat kebaikan atau amar ma'ruf nahi munkar, tapi malu untuk berbuat dosa / kesalahan .Sabda Rasulullah saw : " Malu itu sebagian dari Iman ." Dalam sabda lainya berkata : " Malu dan Iman adalah bersatu , maka apabila dicabut salah satunya maka akan tercabut yang lainnya." (Hr. Abu Nua,im)
  5. Panjang Lamunan / Khayalan Allah menganjurkan kepada kita supaya banyak berpikir , tapi berpikir dan berharap tentang sesuatu yang logis disertai dengan usaha. Bukan berpikir dan berharap tapi tidak mau berusaha. Karena betapa hebatnya suatu ide / gagasan kalau tanpa direalisasikan maka hanya akan menjadi sebuah lamunan."
  6. Kedhaliman Yang Tiada Henti Kita dilarang oleh agama untuk berbuat dhalim karena dhalim adalah kegelapandihari kiamat . dan juga takkan ada penolong bagi orang yang dhalim.

Demikian isi tausyiah tersebut dismapaikan semoga bermanfaat. (MR)


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP